Volume Transaksinya Fintech Pinjaman Online Mengambil Penurunan Secara Global Â

Volume Transaksinya Fintech Pinjaman Online Mengambil Penurunan Secara Global Â

Jakarta, Selular. ID – Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF) dari University of Cambridge Judge Business School, World Bank Group, dan World Economic Forum meluncurkan studi penilaian pasar fintech ijmal Covid-19.

Studi yang diambil dari 1. 385 kongsi Fintech di 169 negara tersebut mengindikasikan bahwa 12 dari 13 sektor fintech melaporkan pertumbuhan year-on-year (YOY) untuk paruh pertama tahun 2020 dibandingkan dengan periode yang serupa sebelum pandemi di tahun 2019.

Matthew Blake, Head of Financial and Monetary Systems, World Economic Forum menjelaskan copot dari latar belakang yang menantang ini, “fintech telah terbukti melalaikan dan mudah beradaptasi, berkontribusi di upaya penyampaian bantuan pandemi, berpunya menyesuaikan operasional dan menawarkan servis untuk segmen pasar yang rentan, seperti bisnis mikro, kecil serta menengah, sambil mencatat pertumbuhan YoY di sebagian besar wilayah negeri. ” Jelasnya, dalam keteranganya, Jumat (4/12).

Baca pula:   Kredivo Rampungkan Pendanaan lini kredit terbesar di Industri Fintech Se-Asia Tenggara

Pada laporan ini perusahan fintech melaporkan, telah mengalami pertumbuhan rata-rata di dalam jumlah dan volume transaksi sebesar masing-masing 13% dan 11%. Namun dampak Covid-19 pada kinerja rekan tidak merata di seluruh zona industri, geografi, dan bergantung pada tingkat perkembangan ekonomi serta ketatnya peraturan terkait Covid-19 di per negara.

Berdasarkan rencana studi penilaian pasar fintech ijmal Covid-19 pembayaran Digital, digital savings, wealthtech, dan Digital Asset Exchanges secara global menunjukkan pertumbuhan di atas 20%, sementara sektor Digital Banking, Digital Identity, dan regulatory technology atau regtech menunjukkan kemajuan yang lebih rendah dengan sekitar 10%. Kemudian sektor fintech yang terlapor mengalami penurunan itu tersedia pada digital lending (pinjaman online), yang volume transaksinya turun rata-rata 8%.

Pinjaman online, sama seperti pinjaman bank, bersifat procyclical (ketika siklus ekonomi menurun oleh karena itu penyaluran kredit pasti ikut menurun). Fintech yang memfasilitasi pinjaman online juga melaporkan penurunan rata-rata 6% dalam hal pemberian pinjaman baru dan melaporkan kenaikan 9% pinjaman yang menunggak.

Mengaji juga:   Amanat RUU PDP: Fintech Wajib Lapor Apabila Tersedia Kebocoran Data

Dengan geografis, kawasan dengan pertumbuhan transaksi tertinggi adalah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA)  dengan  40%, Amerika Mengadukan (21%) ,   dan  Afrika  Sub-Sahara (21%). Hasil tersebut kontras dengan pertumbuhan transaksi sebesar 13% di Amerika Latin.

Bahkan ,   studi tersebut menyiratkan pertumbuhan yang lebih laun di Kawasan Eropa dan Asia-Pasifik. Selanjutnya, pasar fintech dengan sistem terkait karantina kawasan atau lockdown akibat COVID-19 yang ketat mempunyai rata-rata pertumbuhan transaksi 50% bertambah tinggi daripada di negara-negara yang memiliki peraturan lebih longgar.

“Di pasar negara2 berkembang penyelenggara fintech melaporkan kemajuan rata-rata dalam jumlah dan bagian transaksi masing-masing   sejumlah   15% serta 12%, dibandingkan dengan 11% serta 10% untuk penyelenggara FinTech dibanding negara-negara maju, ” kata Matthew.

Kemajuan basis pelanggan dan transaksi buat penyelenggara fintech dari negara-negara tumbuh selama paruh pertama 2020 diimbangi dengan peningkatan tantangan dan risiko operasional yang lebih besar dipadankan dengan penyelenggara fintech dari negeri2 maju.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.