Penggunaan Aplikasi Traveling di Indonesia Menyusun 700% Saat Pandemi

Penggunaan Aplikasi Traveling di Indonesia Menyusun 700% Saat Pandemi

Jakarta, Selular. ID – Saat pandemi seperti sekarang ini, semua aktivitas di sungguh tidak dapat dilakukan, salah satunya traveling. Dengan melihat ketidamungkinan berpergian, harusnya aplikasi traveling jarang dilirik. Namun hal itu justru pada luar dugaan.

Sebab insights yang ditemukan ADA dengan layanan Business Insight, di kala pandemi, ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi traveling di Nusantara selama Maret 2020.

Peningkatan tersebut mencapai 700% dalam pertengahan bulan Maret. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa keinginan untuk bepergian tidak surut karena pandemi.

Faradi Bachri, Country Director ADA Indonesia menjelaskan, dengan peningkatan itu menunjukan, bahwa Covid 19 tidak mematahkan keinginan bangsa untuk bepergian.

Tetapi, karena kondisi yang tidak memungkinkan, mereka pun menghabiskan waktunya buat melihat aplikasi atau konten dengan berkaitan dengan traveling.

“Tugas pemain bisnis adalah menangkap keinginan tersebut, kemudian membuat penyelesaian bagi konsumen, ” ujar Faradi.

Seperti yang disarankan Faradi, sejumlah industri traveling pun membaca peluang terebut. Disebutkan, rencana masyarakat pun dijawab oleh karakter industri traveling dengan bentuk propaganda seperti pay now, stay (or fly) later.

Secara promosi semacam ini, konsumen sanggup merencanakan perjalanan dan membayar akomodasinya sekarang, kemudian melakukan perjalanan bila situasi kembali normal. Hal tersebut merupakan sebuah solusi tidak cuma bagi konsumen, tetapi juga buat keberlangsungan bisnis perusahaan.

Tidak hanya itu, dari temuan ADA, Covid-19 telah mengubah bermacam-macam aspek kehidupan masyarakat. Menurut Global Web Index, terdapat lebih sejak 76% pengguna Internet berusia 16 hingga 64 tahun yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan smartphone semasa social distancing diberlakukan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi berlangsung.

Baca Pula: Booming Travelling, Mayoritas Beli Kartu Secara Online

“Banyak yang menyikapi perubahan perilaku konsumen ini sebagai kelesuan dalam bisnis, ”. “Sebetulnya, konsumen tidak lelap. Mereka hanya beralih ke digital platform yang memungkinkan mereka buat tetap beraktivitas dan bersoialisasi dalam tengah situasi pendemi, ” ujarnya.

Selain beralih ke digital platform, situasi pandemi pula membuat masyarakat menahan konsumsinya. Pengeluaran terfokus pada kebutuhan harian, sementara sisanya akan disimpan atau ditabung. Masyarakat menunggu saat yang benar untuk melakukan pengeluaran di asing kebutuhan harian.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.