Pendirian Jaringan 5G, Jerman Pilih Tidak Larang Vendor China

Pendirian Jaringan 5G, Jerman Pilih Tidak Larang Vendor China

Jakarta, Selular. ID – Pemerintah Jerman menolak lagu AS untuk melarang penggunaan peralatan 5G dari vendor China, membenarkan usulan peraturan keamanan TI dengan memberlakukan aturan yang lebih saksama tetapi tidak mencapai larangan tepat.

Terlepas dari tekanan jangka panjang dari otoritas GANDAR dan pembatasan peralatan Huawei dalam negara-negara lain di Eropa, petunjuk yang keluar dari Jerman di dua tahun terakhir menyatakan kalau negara tersebut akan berusaha buat mempertahankan posisi yang setara untuk semua vendor.

Pada sebuah pernyataan yang menjelaskan konten Undang-Undang Keamanan TI Kedua Jerman, Kementerian Dalam Negeri Federal mendokumentasikan aturan baru tersebut menghapus otoritas terkait untuk menyelidiki celah kesejahteraan TI dan jaringan telekomunikasi. Kebijaksanaan tersebut juga mencakup pada rencana sertifikasi untuk komponen infrastruktur teliti.

Melaporkan dari konvensi pers di Berlin tentang kaidah yang diusulkan, Associated Press menyatakan vendor yang memasok peralatan buat infrastruktur kritis akan diminta buat memberikan jaminan bahwa peralatan itu tidak dapat digunakan untuk penyuluh atau terorisme. Perusahaan yang batal memenuhi kriteria selanjutnya dapat dilarang. Dengan kebijakan baru, maka keputusan yang diambil harus melewati parlemen negara sebelum menjadi undang-undang.

Keputusan yang diambil Jerman terhadap vendor China, berbeda dengan kebijakan yang diambil sejumlah negara Eropa lainnya. Seperti diketahui, negara-negara seperti Inggris, Perancis, Luksemburg, Belgia, dan Belanda, telah bersikap kasar terhadap Huawei. Mereka memilih buat ‘menghilangkan’ vendor jaringan asal China itu dalam pembangunan jaringan 5G, dengan alasan keamanan.

Keputusan yang diambil Inggris cs, tak urung telah menimbulkan diskusi berkepanjangan. Sebuah kelompok bisnis yang mewakili penantang operator telekomunikasi pada Eropa bersuara keras terhadap gelombang pelarangan vendor peralatan China. Mereka memperingatkan bahwa aksi pembatasan perlu alasan politik akan memunculkan tambahan biaya dan menunda peningkatan jaringan.

Dalam satu maklumat tegas, Asosiasi Telekomunikasi Kompetitif Eropa (ECTA), “mencela setiap larangan pemasok 5G China karena alasan geopolitik dan menekankan bahwa keputusan semacam itu hanya dapat dibenarkan arah dasar fakta yang mapan”.

Direktur Umum ECTA Luc Hindryckx mengatakan kepada Reuters, kalau pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran para CEO anggota bahwa penerapan penghampiran umum Uni Eropa untuk menilai risiko vendor – yang lumrah sebagai Toolbox – membuat semakin banyak negara anggota memberlakukan “larangan aktual atau de-facto” pada Vendor China.

Dengan kesibukan pembatasan terhadap Huawei dan ZTE, dan vendor China lainnya, bakal membuat industri jaringan telekomunikasi hanya memiliki tiga pilihan pemasok ijmal, yakni Nokia, Ericsson dan Samsung.

“Penurunan jumlah distributor di seluruh dunia dari lima menjadi tiga tidak hanya akan berdampak pada sektor telekomunikasi dengan meningkatkan biaya, berdampak negatif dalam kinerja, menunda penyebaran jaringan 5G dan membatasi potensi inovasi, ” kata ECTA.

Konsultan industri telekomunikasi John Strand mendatangi pandangan itu. Tidak semua kesimpulan mengganti vendor China berimplikasi dalam lonjakan biaya. Strand mencontohkan, operator Nordik seperti Telenor, Telia & TDC telah menghapus dan mengganti peralatan telekomunikasi yang sebelumnya telah dibangun vendor China, namun “tanpa menaikkan biaya”.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.