November 2022, Televisi Analog Resmi Hentikan Siaran

November 2022, Televisi Analog Resmi Hentikan Siaran

Jakarta, Selular. ID – Sebati dengan rancangan aturan teknis, Institusi Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, dan Lembaga Penyiaran Komunitas, pertolongan penyiaran televisi wajib menghentikan pancaran televisi analog paling lambat dalam tanggal 2 November 2022 memukul 24. 00 WIB.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan cukup lama menunggu regulasi payung hukum meniti revisi RUU Penyiaran di Prolegnas 2014-2019, pemerintah bergerak mengimplementasikan Analog Switch Off (ASO) melalui langkah terobosan hukum.

“Sejak 2019 lalu, pemerintah memang telah membakar ketentuan perihal migrasi analog ke digital. Salah satunya melalui legislasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yang kini telah diundangkan maka UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU tersebut mendukung percepatan program transformasi digital nasional, yaitu migrasi penyiaran, penyehatan industri telekomunikasi, hingga optimalisasi spektrum digital dividen frekuensi radio. ” terang Johnny, Kamis (17/12).

Kebijakan migrasi analog ke digital, memunculkan harapan besar kalau langkah ini dapat mendorong munculnya konfigurasi keberagaman pemilik, menghilangkan dominasi atau konglomerasi media, yang mana perubahan itu secara simultan selalu diharapkan berdampak pada munculnya keberagaman konten dan perbaikan kualitas isinya. Di sini peran dan penguatan kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), menjadi salah satu kunci penting.

Pasal 60A Bagian (2) UU Cipta Kerja tampak jelas mandatori migrasi penyiaran televisi terestrial dari analog ke digital dan ASO harus diselesaikan menyesatkan lama dua tahun sejak regulasi ini berlaku.

Kebijaksanaan migrasi ini juga akan menjadi solusi mengatasi keterbatasan dan inefisiensi pada penyiaran analog. Optimalisasi serta efisiensi yang paling kongkret di dunia penyiaran adalah fakta bahwa satu kanal siaran dapat diisi dengan jumlah siaran yang lebih banyak. Hal ini menciptakan apa yang disebut digital dividen, yakni sisa frekuensi yang tidak lagi digunakan oleh TV, bisa dimanfaatkan untuk telekomunikasi. Dalam hal tersebut akan tercipta maksimalisasi penguatan internet 5G, transformasi digital atau layanan kebencanaan.

“Secara umum TV digital menjamin siaran yang jauh lebih berkualitas sehingga asosiasi bisa menikmati tayangan TV lebih jernih dan interaktif, ” ujar Menkominfo.

Putaran Top Box Gratis

Sebagai solusi untuk migrasi televisi analog ke televisi digital kepada keluarga yang kurang berharta, pemerintah akan menghadirkan alat khusus yang bernama set top box yang dapat menjadi penerima siaran TV digital, meskipun pesawat televisi masih analog.

“Pemerintah memperhatikan kemampuan penduduk. Dari sinilah kita memetakan penduduk yang tergolong kurang mampu, yang TV-nya masih analog harus mendapatkan bantuan set top box ini, ” sirih Menteri Johnny.

Pemerintah menjamin sekitar 6, 7 juta set top box akan dibagikan gratis kepada keluarga miskin. Kominfo, dikatakan Menteri telah membuat konglomerasi tugas migrasi TV analog ke digital yang berfokus pada pemindahan 728 TV analog yang tersedia di Indonesia ke digital. “Baik secara simulcast ataupun digital, ” lanjut Menteri Johnny.

Sebanyak 12 provinsi di Indonesia saat ini telah mulai bersiaran secara simulcast (TV analog dan digital bersiaran secara bersamaan), termasuk kira-kira kabupaten dan kota. Sisanya, tersedia 22 provinsi yang belum ada penyelenggara mux swasta namun telah terdapat mux LPP TVRI. Oleh sebab itu itu pemerintah sedang menyiapkan rancangan seleksi penyelenggara mux swasta pada 22 propinsi agar dapat memacu migrasi penyiaran.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.