Menuntut Menunjukkan Industri Pangan Membutuhkan Teknologi Traceability

Menuntut Menunjukkan Industri Pangan Membutuhkan Teknologi Traceability

Jakarta, Selular. ID – Zebra Technologies Corporation mencanangkan hasil studi terbaru yang memerhatikan pandangan konsumen dan para leader di industri makanan dan minuman di seluruh dunia tentang masalah keamanan, traceability (bisa tidaknya keluaran dilacak hingga ke asalnya), dan transparansi produk makanan dan minuman mulai dari distribusi dan pergudangan hingga ke toko-toko grosir dan restoran.

Laporan Food Safety Supply Chain Vision Study menunjukkan para responden yang disurvei mengatakan kekhawatiran utama mereka mengenai keamanan pangan meliputi kebersihan dapur restoran dan kebersihan pramusaji, epidemi yang menular melalui makanan, aib yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi, serta penarikan makanan dan minuman. Konsumen mengatakan mereka tidak akan mudah memaafkan bila menikmati insiden yang berkaitan dengan sasaran.

Sebagian besar konsumen (70 persen) sangat ingin cakap bagaimana makanan dan bahan-bahannya diproduksi, dipersiapkan, dan dikelola. Sementara 69 persen mengatakan bahwa sumber sasaran yang mereka konsumsi juga penting untuk diketahui.

Secara meningkatnya perhatian orang pada urusan kesehatan dan gaya hidup sehat, tak mengejutkan bila konsumen & para leader di industri makin tertarik pada sumber, kualitas, serta keamanan makanan mereka.

“Studi kami menunjukkan bahwa pada saat industri berusaha memastikan supply chain yang lebih transparan, sedang banyak yang harus dilakukan buat memperbaiki kepercayaan konsumen dan memajukan traceability makanan, ” kata Tracy Yeo, Country Lead for Nusantara, Zebra Technologies Asia Pacific.

Studi Zebra mendapati teknologi dapat memainkan peranan penting buat mengatasi gap antara pemain industri dan konsumen, baik dalam masa pendek maupun jangka panjang. Mayoritas (90 persen) leader di industri makanan dan minuman mengakui bahwa investasi mereka pada solusi dengan fokus pada traceability akan menganjurkan keuntungan kompetitif, sebab dengan solusi itu mereka dapat memenuhi ekspektasi konsumen.

Ketika ditanya apa manfaat utama solusi track and trace berbasis teknologi, enam dari 10 leader itu menyebut antara lain menurunnya risiko berkah penanganan yang lebih baik, transmisi, penyimpanan, serta tracking produk yang mudah rusak.

Berserakan sebanyak 41 persen leader dalam industri makanan dan minuman membuktikan bahwa RFID tag lebih jalan dibandingkan teknologi lain dalam situasi meningkatkan traceability produk makanan dalam supply chain. Namun saat itu, baru 31 persen perusahaan yang menggunakan teknologi ini.

Mobile computer dan gentel, mobile barcode label printer, scanner, dan label serta tag khusus, akan menjadi faktor utama bagi perusahaan untuk meraih kepercayaan konsumen dan memberikan informasi yang lebih transparan kepada para konsumen mereka.

Sekitar 90 persen leader di industri makanan serta minuman punya ekspektasi akan menggunakan rugged handheld mobile computer dengan scanner, barcode scanners, dan mobile barcode label printers dalam periode lima tahun ke depan. Teknologi-teknologi ini akan membantu mereka melaksanakan pengelolaan dan tracking produk sasaran secara digital, serta menyediakan bervariasi informasi terkait yang dibutuhkan sebab konsumen.

“Zebra memiliki beragam portofolio solusi yang akan mentransformasi supply chain sasaran mulai dari saat makanan itu diproduksi sampai terhidang di meja konsumen, ” kata Aik Jin, Tan, Vertical Solutions Lead, Zebra Technologies Asia Pacific.

“Perusahaan dapat memilih mulai daripada solusi track and trace kelas basic dengan menyandingkan mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dengan scanner CS60 Series untuk pencetakan barcode dan scanning. Mereka juga mampu memilih beberapa solusi RFID jarang lain RFID mobile printer ZQ511 dan ZQ521 dipasangkan dengan handheld mobile computer TC52x/57x dan RFID reader RFD8500 atau scanner RFID yang umum. Dengan cara ini, perusahaan tersebut akan memiliki visibilitas yang real-time dan upaya track and trace pun meningkat tajam, ” pungkas Aik Jin.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.