Layanan 5G Semakin Dekat, Pengembangan Jaringan dan Ketersediaan Frekuensi Masih Menghadang

layanan-5g-semakin-dekat-perluasan-jaringan-dan-ketersediaan-frekuensi-masih-menghadang-1

Jakarta, Selular. ID – Layanan 5G terasa kian mendatangi hadir di tangah bangsa kita. Setidaknya hal tersebut terlihat dari Telkomsel dengan dinyatakan telah lulus Tes Layak Operasi (ULO) 5G, dengan begitu layanan 5G pada tahap ini susunan menunggu waktu komersialisasi.

Dan sejauh itu tercatat, selain Telkomsel dengan sudah mengantongi hasil ULO 5G dari Kementerian Koneksi dan Informatika (Kominfo), Indosat Ooredoo dilaporkan juga tengah berada ditahap pengajuan ULO 5G. Dan tentu peristiwa ini menjadi menarik, karena menandakan kesiapan operator  untuk memasuki era layanan 5G semakin kuat.

Baca juga:   Pentingnya Spektrum 6Ghz Untuk Keberhasilan 5G

Heru Sutadi, Direktur Information and Communication Technology atau ICT Institute, menjelaskan kepada awak Selular, lulusnya Telkomsel kepada pengujian teknologi seluler generasi kelima itu menandakan putaran baru Indonesia memasuki teknologi 5G yang selama itu dinanti-nantikan.

“Dan kalau memang lulus ULO, maka masyarakat tinggal menduduki saja 5G ini secara resmi di komersialisasi. Serta kemudian siapa operator baru yang memberikan layanan 5G itu akan tercatat, serta akan menjadi sejarah terpisah bagi Telkomsel, ” ujar Heru.

Berantakan pengamat, yang juga bekas Komisioner BRTI ini juga berharap nantinya layanan 5G Telkomsel dapat secara optimal meningkatkan kecepatan akses broadband masyarakat dan menjadi bagian dari transformasi digital yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

Baca selalu:   Telkomsel Optimalkan Tambahan 20MHz Frekuensi 2, 3GHz

Karena tak dipungkiri 5G disebut serupa dihadirkan untuk selain memperkuat gaya hidup, sektor bisnis, mulai dari multinational company hingga UMKM juga akan menguat berkat jaringan istimewa cepat itu.

Kendati semakin dekat, Heru mencatat masih ada sebesar tantangan untuk implementasi 5G di Indonesia. Yang sempurna tentu adalah bagaimana jaringan ini bisa diperluas dan kemudian hadir merata ke seluruh nusantara.

Telkomsel dalam hal komersialisasi layanan 5G juga melahirkan masih terbatas, pada periode awal, mereka baru  hendak melakukan launching di Jakarta di 6 lokasi residential, yaitu Kelapa Gading, Jambar Indah, PIK, BSD, Widya Chandra, dan Alam Sutera.

Selain tersebut, Telkomsel juga direncanakan  mau merilis layanan 5G komersil di beberapa kota lainnya, yakni Batam, Medan, Tunggal, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar dan Balikpapan.

Baca juga:   Daya Merger dan Lelang Frekuensi, Membuat Operator Semakin Berpengaruh!  

Morat-marit selain perluasan jaringan, 5G merupakan teknologi yang memerlukan bandwidth besar. Sehingga, bandwidth minimal 100 MHz dibutuhkan agar layanan berjalan suntuk.

“ Nah, operator yang punya total 100 MHz kan tidak banyak. Jadi mungkin sebagian bakal menanti sampai frekuensi 3, 5 GHz, 700 MHz lowong untuk didapatkan. Jika memaksakan operator yang tidak mengalokasikan 100 MHz bakal tidak optimal, jadi serupa 5G namun cita agaknya tetap 4G, ” kata Heru.

Tantangan lain, sambung Heru ialah soal perlunya banyak microcell dan picocell pada 5G. “Ini akan terkait dengan perlunya investasi yang mulia. Kemudian kita selain pengguna data berkecepatan tinggi, killer application belum ditemukan. walhasil, ekosistem harus dikembangkan terus seperti IoT, VR, AR maupun blockchain khususnya mengangkat Industri 4. 0. & kemudian rasanya ibu praja baru bisa juga jadi laboratorium pemanfaatan 5G dalam Indonesia, ” tandasnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.