Counterpoint: Harga Jual Smartphone Dunia Naik 10 Persen

Counterpoint: Harga Jual Smartphone Dunia Naik 10 Persen

Jakarta, Selular. ID – Pandemi Covid-19 yang menyebar memberikan dampak bagi perkembangan industri smartphone. Laporan Counterpoint mengatakan harga jual smartphone mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Counterpoint, Average Selling Price (ASP) pasar smartphone dunia naik sejumlah 10 persen di kuartal ke-2 2020.

Menariknya, tersebut terjadi di tengah penurunan yang relatif tidak signifikan sebesar 23% YoY. Khusus untuk segmen premi, terlihat lebih tangguh dengan hanya mengalami penurunan 8% YoY.

“Dampak ekonomi pandemi terhadap basis pengguna potensial segmen premium lebih kecil jika dibandingkan dengan segmen pelanggan lainnya. ” serupa itu keterangan Counterpoint, dikutip dari kedudukan resminya, Sabtu (26/9).

Situasi ini dibuktikan oleh suruhan Apple, pemain terbesar di bagian premium. Sementara pengiriman untuk beberapa besar OEM menurun pada Q2 2020, pengiriman untuk Apple meningkat 3% YoY dan pendapatan iPhone meningkat 2% YoY.

Baca juga:   Riset: 73 Persen Konsumen Dunia Pilih Smartphone di Bawah Rp5 Juta

Para ahli percaya bahwa di antara faktor utama yang menyebabkan harga lebih tinggi ialah peralihan ke 5G karena semakin banyak perangkat dengan dukungan buat jaringan generasi kelima muncul, namun dengan harga yang tidak murah.

Selama kuartal tersebut, 5G berkontribusi pada 10% daripada total pengiriman handset global. Smartphone itu juga menyumbang 20% dibanding total pendapatan handset karena sebagian besar perangkat 5G pada Q2 2020 berada di segmen premi.

Dikatakan, 72% dari pendapatan handset 5G global bermula dari China, dimana Huawei menjelma pendorong utama. Hal ini karena China sudah berada di rel pemulihan saat semua negara ekonomi utama lainnya masih menderita kelanjutan dampak parah COVID-19.

Di sisi lain, permintaan untuk model dengan harga yang lebih rendah sangat terpengaruh. Perangkat tangga awal biasanya dibeli secara offline, dan sebagian besar pasar ijmal berada dalam tahap penguncian selama Q2 2020. Sentimen konsumen juga rendah, dengan pengguna di kelas menengah ke bawah menghindari pembelian diskresioner.

Sehingga, dengan keseluruhan, penurunan permintaan untuk perangkat tingkat harga yang lebih hina karena dampak ekonomi dan penutupan ritel offline, ketahanan segmen premium, dan peningkatan penjualan 5G, pertama di China, berkontribusi pada penambahan ASP smartphone selama kuartal itu.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.