Chu Yanli: ZTE Mempunyai Solusi Penuh Cloud Data Center untuk Semua Skenario

Chu Yanli: ZTE Mempunyai Solusi Penuh Cloud Data Center untuk Semua Skenario

Jakarta, Selular. ID – Perlahan tetapi pasti, tren penggunaan data center tradisional mendarat dari tahun ke tahun. Semakin banyak pelanggan yang lebih memilih cloud data center. Alasannya, karena lebih sederhana, efisien dan dapat diandalkan.

Di divisi IT di berbagai industri, data center telah menjadi pusat dalam IT delivery untuk organisasi selama 30 tahun terakhir. Tetapi dengan munculnya komputasi awan, saat ini banyak perusahaan telah memanfaatkan cloud masukan center. Salah satu penyedia servis tersebut adalah ZTE.

ZTE telah mengembangkan rangkaian penuh produk dan solusi pusat bukti yang mencakup seluruh skenario termasuk cloud DC (Data Center) & edge DC. Baru-baru ini, perusahaan mengeluarkan solusi baru bernama uSmartCloud di Indonesia.

Mematok Oktober 2020, uSmartCloud Data Center telah diaplikasikan ke lebih daripada 300 kasus komersial di seluruh dunia, yang mencakup berbagai pabrik termasuk pemerintahan, keuangan, dan angkutan kereta api.

Bertugas lebih memahami mengenai produk anyar itu, Selular. ID berbincang-bincang secara Chu Yanli selaku Vice President ZTE Corporation beberapa waktu awut-awutan.

Menurutnya, cloud masukan center merupakan solusi bagi kongsi yang ingin melaju kencang di era digital. uSmartCloud menggunakan komponen komputasi, penyimpanan, dan virtualisasi jaringan yang dikembangkan oleh ZTE & komponen platform manajemen cloud dengan kompatibel dengan OpenStack untuk membikin infrastruktur komputasi awan (cloud computing).

Untuk lebih terang mengetahui cara kerja uSmartCloud bukti center, berikut petikan lengkap ramah Selular. ID dengan Chu Yanli selaku VP ZTE Corporation:

Pertama, bagaimana jalan bisnis ZTE saat ini?

Selama sembilan kamar yang berakhir pada 30 September 2020, ZTE melaporkan pendapatan operasional sebesar RMB 74, 13 miliar, mewakili peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 15, 4%. Pada akhir September 2020, ZTE telah menandatangani 55 perikatan komersial 5G dengan lebih sebab 90 operator di seluruh negeri dan mencakup lebih dari 500 mitra industri. Dalam hal servis jaringan operator, ZTE telah mengembangkan jaringan 5G mutakhir dari besar perspektif bisnis dan pelanggan. Di dalam aspek bisnis perusahaan, ZTE telah berkolaborasi dengan pelanggan dan mitra industri untuk membangun proyek pertunjukan, tepatnya memberdayakan transformasi digital pabrik berdasarkan jaringan cloud presisi serta platform pemberdayaan. Di bidang usaha konsumen, perusahaan telah sepenuhnya memakai berbagai perangkat terminal 5G serta terus mempromosikan penerapan aplikasi kreatif untuk individu, keluarga, dan industri.

ZTE telah berjalan di bidang bisnis Enterprise selama lebih dari sepuluh tahun, serta telah terlibat dalam pasar Enterprise dan industri utama seperti gaya, transportasi dan keuangan. Produk pokok ZTE telah banyak digunakan di bidang industri, seperti komunikasi bukti, video, server, dan lain-lain. Pada paruh pertama tahun 2020, Grup secara aktif fokus pada hotspot baru seperti infrastruktur, aplikasi industri 5G, transformasi dan peningkatan digital, terus meningkatkan daya saing produk serta lebih meningkatkan kehadiran dan struktur pasar.

Salah satu layanan ZTE adalah cloud data center, bisa dijelaskan bagaimana cara kerjanya?

Solusi pusat data cloud terdistribusi ZTE uSmartCloud menggunakan komponen komputasi, penyimpanan, dan virtualisasi jaringan yang dikembangkan oleh ZTE dan komponen platform manajemen cloud yang kompatibel dengan OpenStack buat membangun infrastruktur komputasi awan (cloud computing). Selain itu, untuk active-active architecture, solusi tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan aplikasi cloud serta platform layanan iSWare digunakan buat melakukan pengelolaan, penerapan, dan pemantauan active-active application.

Bagaimana perkembangan pusat data cloud di ZTE sendiri saat itu?

Pusat petunjuk tradisional menurun dari tahun ke tahun, semakin menjamur pelanggan (termasuk operator telekomunikasi, ISP, dan perusahaan) menuruti pusat data cloud. Pusat data cloud menjadi tren yang mudah, efisien dan dapat diandalkan.

Dibandingkan penyedia asing, apa keunggulan uSmartCloud data center ZTE?

Perdana, yaitu cepat dan fleksibel. Secara desain modular, TTM (time-to-market) menjelma lebih pendek dan fleksibel untuk melakukan ekspansi. Kedua, adalah pendirian energi. Dengan perangkat pendingin keefisienan tinggi dan struktur power supply, kami dapat mengurangi PUE (Power Usage Effectiveness) dan OPEX (Operating Expenses) sehingga memberikan keuntungan dengan lebih tinggi. Dan ketiga ialah O& M (Operation & Maintenance) yang cerdas. Dengan sistem tadbir yang cerdas seluruh sistem dapat disesuaikan secara otomatis untuk mengurangi biaya.

Apakah uSmartCloud sudah tersedia di Nusantara?

ZTE memiliki sejarah kerjasama yang panjang secara para operator mainstream di Indonesia dan beberapa diantaranya telah menggunakan solusi cloud dari ZTE.

Industri apa sekadar yang bisa menggunakan uSmartCloud?

Pusat data ZTE dapat diterapkan ke berbagai pabrik dan skenario dalam satu platform terpadu seperti operator telekomunikasi, ISP (Internet Service Provider), penanganan kritis, transportasi, safe city, pendidikan, penerapan Enterprise dan lain-lain.

Apakah kondisi pandemi mempengaruhi bisnis ZTE?

Selama pandemi, rencana kongsi IDC (Internet Data Center) ditunda dan beberapa pusat data mengalami kekurangan tenaga kerja. Hal ini membuat O& M lebih sulit, namun akan mendorong industri IDC untuk meningkatkan penelitian dan penerapan teknologi baru seperti peralatan penilikan, O& M cerdas, dan unmanned duty sampai batas tertentu.

Melihat lima tarikh ke depan, bagaimana prediksi jalan data center?

Data center telah menjadi pusat dalam IT delivery untuk organisasi selama 30 tahun terakhir, namun dengan munculnya komputasi awan (diprediksi tumbuh sebesar 18% CAGR pada tahun 2021, menurut Ovum Cloud Services Forecast 2021), relevansinya jadi platform IT delivery untuk beberapa besar beban kerja (workload) kini dipertanyakan. Teknologi baru seperti container dan edge computing semakin menantang peran on-premise data center. Tetapi, kebutuhan untuk tetap mematuhi peraturan kedaulatan data lokal, memberikan latensi sub-milidetik untuk analisis secara real time, menyimpan dan mengelola ledakan data membuat lingkungan hybrid IT yang heterogen menjadi kenyataan. Di lingkungan ini, on-premise, edge, dan cloud akan saling berdampingan dan beroperasi untuk memberikan manfaat usaha yang optimal.

Apa saja solusi/produk data center yang sedang dikembangkan ZTE?

ZTE telah mengembangkan rangkaian lengkap produk dan solusi pusat data yang mencakup segenap skenario termasuk cloud DC (DataCenter) dan edge DC. Sebagai tamsil, CDC (Container Data Center) untuk skenario luar ruangan, MDC (Modual Data Center) untuk skenario di dalam ruangan dan warehouse DC.

Sebagai carrier, pusat petunjuk akan turut mengantarkan pertumbuhan eksplosif. Indonesia diharapkan dapat menjadi hub Asia yang tidak lepas dibanding dukungan kebijakan. Di sisi asing, diperlukan pembaharuan beberapa kebijakan buat mengikuti tren perkembangan teknologi informasi dan menangkap peluang di masa informasi. Sebagai contoh, cloud computing dan Co-location Data Center belum dapat diterapkan di industri keuangan Indonesia karena kebijakan otoritas wilayah.

Apa harapan ZTE untuk bisnis bukti center di Indonesia?

ZTE akan terus memajukan investasi di pasar Indonesia serta berharap dapat menyediakan produk & layanan data center cloud yang lebih andal, aman, dan berkinerja tinggi untuk Indonesia.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.